Ahmad Taufiqurrakhman - Okezone
Kamis, 18 Agustus 2011 11:24 wib

detail berita
sebuah proyek 'pulau otopia'
CALIFORNIA - Peter Thiel, co-founder PayPal dan bekas salah satu penyokong dana Facebook, menginvestasikan dana sebesar USD1,25 juta sebuah proyek 'pulau otopia'. 

Dana sebesar USD1,25 juta telah diinvestasikan oleh Thiel untuk Seasteading Institute, yang ditujukan untuk beberapa negara baru dalam sebuah kapal raksasa menyerupai pulau. Kapal itu sendiri nantinya akan berada di tengah perairan internasional.

'Pulau bergerak' tersebut, seperti yang ditulis oleh situs Details, akan mencoba ide-ide kepemerintahan libertarian. "Bebas dari regulasi, hukum, dan perangkat norma, berbeda dari negara-negara yang sudah ada. Pertama di pulau tersebut akan dibangun sebuah kota kecil, yang diperkirakan akan dihuni oleh jutaan orang pada tahun 2050," jelasnya.

Dijelaskan pula di Details bahwa pulau tersebut untuk masa awalnya bakal bisa berpindah, bertenaga diesel, memiliki 12 ribu ton struktur untuk ruangan dan 270 penduduk dengan ide libertarian yang sama. Dilansir melalui Mashable, Kamis (18/8/2011).

Pimpinan proyek pulau utopia Seasteading Institute adalah Patri Friedman, bekas teknisi Google dan cucu dari Milton Friedman, yang mana merupakan ekonom pemenang Nobel. Friedman berharap dapat meluncurkan pulau bergerak tersebut di pantai San Francisco awal tahun depan.

Meski terdengar cukup aneh, namun ide-ide untuk mendirikan negara kecil bukanlah sebuah hal yang baru. Salah satu 'negara utopia' yang paling dikenal adalah Principality of Sealand, yang didirikan pada tahun 1967 di dekat pantai Suffolk, Inggris. Principality of Sealand memiliki mata uang, perangko, paspor, dan sertifikat kebangsawanan tersendiri. Populasi penduduk Principality of Sealand saat ini adalah tiga orang.
Read More …

Categories:

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Stephen Hawking
Stephen Hawking
Suatu hari di acara ilmiah di Royal Society di Cambridge University, Inggris, dibuat heboh. Pasalnya seorang mahasiswa sederhana dengan penuh percaya diri menyanggah teori yang dikemukan professor Fred Hoyle, yang merupakan ahli fisika saat itu.

Mahasiswa tersebut berhasil membuat peserta di diskusi ilmiah yang sangat prestisius itu berdecak kagum, Hoyle langsung gusar ketika tahu mahasiswa yang menyanggah teorinya tersebut adalah anak didiknya yang pernah ditolak bimbingannya melakukan riset. Mahasiswa itu sendiri bernama Stephen Hawking.

Setelah kejadian tersebut berlalu, Stephen Hawking semakin dikenal dengan teori-teorinya yang mengguncang dunia fisika. Karena kemampuannya yang menjelajahi pikiran alam semesta dari level kuantum sampai asal mula alam semesta. Bahkan dia disebut-sebut fisikawan yang ditunggu-tunggu setelah era Newton dan Albert Einstein.

Hawking benar tentang kesalahan persamaan Hoyle, hal ini membawa berpengaruh besar pada dukungan sebagian besar kosmolog terhadap model steady state, yang mengatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir. Fred Hoyle merupakan pendukung fanatik teori tersebut. Model ini telah dibantah oleh seorang mahasiswa.

Bernama lengkap Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942, adalah seorang ahli fisika teoretis. Ia adalah seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Sejak tahun 1960, dia menderita penyakit ALS yang membuatnya duduk di kursi roda hingga kini tanpa bisa bergerak sedikitpun.

Penyakitnya bermula pada suatu malam di musim semi 1962. Ketika itu dia kesulitan mengikat tali sepatu yang membuatnya sadar ada sesuatu yg salah dengan tubuhnya. Penyakit yg dideritanya bernama ALS (Amyotropic Lateral Sclerosis).

Meskipun mengalami cacat jasmani yang luar biasa dan mengalami tetraplegia (kelumpuhan) karena motor neuron disease, karir ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari empat puluh tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang selebritis akademik dan teoretikus fisika yang termasyhur di dunia.

Beberapa bukunya yang ditelurkan oleh Hawking sukses menarik minta akademisi, orang awam, bahkan pemuka agama sekalipun. Diantara buku yang diterbitkan Hawking adalah, A Brief History of Time,  Black Holes and Baby Universes and Other Essays, yang terakhir Grand Design, buku yang memicu kontroversi diantara pemuka agama di seluruh dunia.

Diluar teori-teori kontroversialnya, Hawking juga berhasil mengemukakan teori-teori yang selama ini dianggap tabu. Beberapa teori diantaranya adalah teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking.

Salah satu tulisannya adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Hawking dan Pendidikan


Masa remaja
Ayah Hawking yang adalah dokter, ia ingin Hawking belajar kedokteran di Oxford. Namun, ia lebih tertarik di Matematika. Namun pada kenyataanya dia belajar Fisika, sayangnya kampus legendaris itu tidak menyediakan studi gelar dalam Matematika. Hawking pun dianugerahi gelar kehormatan kelas pertama dalam Ilmu Pengetahuan Alam setelah 3 tahun studi, tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Pada usia 20, Hawking melanjutkan untuk melakukan penelitian di Kosmologi di Cambridge. Ini juga didiagnosis dengan penyakit yang tak tersembuhkan ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Dia perlahan-lahan kehilangan kendali atas otot-ototnya dan diberitahu akan mati dalam beberapa tahun. Pada awalnya, Hawking terkejut dan marah. Dia tidak bisa menemukan alasan untuk hidup sebelum dia bertemu istrinya Jane Wilde. Kemudian kemajuan penyakitnya melambat, dan ia menyelesaikan gelar Ph.D.

Setelah memperoleh gelar Ph.D.
Hawking telah menjadi Fellow Peneliti dan kemudian Fellow profesor di Gonville dan Caius College, Cambridge. Dia meninggalkan Institut Astronomi di 1973, dan mengambil jabatan Profesor Lucasian Matematika di Departemen Matematika Terapan dan Fisika Teoretis sejak tahun 1979.

Penelitian Hawking terutama keprihatinan dengan dasar hukum yang mengatur alam semesta. Dari tahun 1965 sampai 1970, Hawking bersama dengan Roger Penrose dari Birkbeck College, meneliti tentang singularitas Big Bang dengan mempertimbangkan Teori Umum Relativitas Einstein.

Antara 1970 dan 1974, Hawking terkonsentrasi studi tentang lubang hitam. Ia menggabungkan Mekanika Quantum dengan Relativitas Umum ke dalam teori Radiasi Hawking pada tahun 1974. Pada tahun 1983 Hawking dan Jim meluncur cepat dari University of California di Santa Barbara menyarankan bahwa tidak ada tepi untuk ruang dan waktu meskipun mereka terbatas luasnya. Ini berarti bahwa hukum-hukum ilmu pengetahuan akan mampu menentukan bagaimana alam semesta dimulai!

Sayangnya pada tahun 1985, Hawking menangkap pneumonia dan menjalani operasi tracheostomy, yang membuat dia kehilangan suaranya. Dia punya waktu yang sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain. Situasi kembali 'normal' sampai ia memiliki sebuah komputer portabel kecil dan speech synthesizer dipasang ke kursi rodanya oleh David Mason dari Cambridge.
Read More …

Categories:

Kamis, 16 Juni 2011 - 16:10 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Stephen Hawking
Stephen Hawking
Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS adalah ilmuwan dengan sejuta kejutan-kejutan yang membuat sebagian orang berdecak kagum, namun tidak sedikit yang mengeryitkan dahi. Terkenal dengan penemuan Lubang Hitam, Hawking juga sering melontarkan pernyataan ilmiah yang cukup mengejutkan.

Beberapa teori ilmiahnya yang cukup kontroversial tentu saja berkaitan dengan alam semesta, ilmu yang digelutinya tersebut. Teori-teori yang mengundang pro dan kontra terjadi dalam beberapa tahun terakhir, yang okezone rangkum dalam berbagai sumber.

Tuhan itu tidak ciptakan alam semestaPernyataan ini dituangkan Stephen Hawking bukunya yang berjudul 'The Grand Design'. Buku ini diluncurkan pada tanggal 9 September 2010, namun sudah menjadi perbicangan di toko online Amazon.com

Menurut Hawking dalam bukunya, bahwa dengan adanya hukum gravitasi, semesta bisa dan akan tercipta dengan sendirinya dari ketiadaan. Tidak perlu melibatkan Tuhan untuk mencipta dan menggerakkan alam semesta.

Dalam buku The Grand Design, Hawking mengangkat “M-Theory“, sebuah bentuk dari teori dawai yang dipercayainya sebagai pamungkas untuk menjelaskan penciptaan alam semesta ini. Hawking memang menggunakan rumusan-rumusan Fisika, namun beberapa pembacanya bisa dengan memudah menelaahnya.

Pernyataan Hawking ini tentu saja mendapatkan protes dari para pemuka agama di seluruh dunia, namun ilmuwan yang mengalami keterbatasan fisik tersebut tetap pada pendiriannya.

Alien itu memang adaHawking dalam sebuah episode “Into the Universe with Stephen Hawking,” yang ditayangkan perdana bulan April 2010 dalam Discovery Channel mengatakan bahwa Alien itu memang ada.

Dia mengatakan sebuah peradaban luar bumi penjelajah antariksa dapat berkeliling alam semesta dalam pesawat antariksa raksasa untuk mencari bahan vital setelah mengkonsumsi sumberdaya alam dunia mereka. Artinya, Alien termasuk mahluk yang nomaden atau sering berpindah tempat untuk mencari sumber daya alam yang mereka inginka.

Bila bentuk kehidupan alien yang cerdas ada di keluasan antariksa, mereka mungkin bukan tetangga kosmik yang bersahabat yang dicari penduduk Bumi.

Di acara Discovery itu dia dengan percaya diri menyebut “Bila demikian, masuk akal bagi mereka untuk mengeksploitasi tiap planet baru untuk bahan membangun lebih banyak pesawat antariksa sehingga mereka dapat bergerak lebih jauh. Siapa yang tahu batasannya?”

Dengan teori Fisika yang dimilikinya dia menyebutkan,  alien dapat mampu menyedot energi surya untuk membuka sebuah lubang cacing di antariksa untuk bergerak ke bagian jauh alam semesta.

Manusia bisa menjelajah masa depan
Masih dalam acara untuk Discovery, manusia, menurut Hawking, bisa menjelajah waktu hingga jutaan tahun ke masa depan untuk mengisi dan memulai lagi peradaban Planet Bumi yang telah hancur lebur.

Dia percaya akan ada pesawat penjelajahan luar angkasa yang bisa terbang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Satu hari penjelajahan di luar angkasa sama dengan satu tahun di Bumi.

Sebagai landasan teorinya, Hawking memakai pendekatan ilmuwan, Albert Einstein yang mengatakan, ketika sebuah obyek mempercepat geraknya di sebuah ruang, waktu akan melambat di sekitar obyek tersebut. Ini juga berarti, teori Hawking hanya bisa diaplikasikan untuk menjelajah masa depan.

Namun begitu, Hawking tidak percaya manusia dapat pergi ke masa lalu. Karena itu adalah sesuatu yang tak masuk akal. Sebab, kata Hawking, itu merusak aturan fundamental yakni, 'sebab datang lebih dulu sebelum akibat'.

Surga itu hanya dongengIni adalah pernyataan Hawking yang paling baru dan tetap kontroversial. Dia menyebut pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian adalah karangan bohong dari orang-orang yang sebetulnya takut mati. Karena merujuk dari ilmu pasti yang dimiliki, sebetulnya otak akan berhenti bekerja ketika sudah mati.

"Bagi saya otak itu seperti komputer yang akan berhenti ketika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak. Itu hanya cerita bohong bagi orang yang takut kegelapan," katanya.

Ini semakin memperkuat teorinya bahwa, alam semesta ini dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Karena keberadaan alam semesta sudah ada dan bisa berjalan dengan sendirinya.

Hawking memang tak peduli lagi pendapat orang tentang dirinya. Hawking mengatakan semakin tua, ia peduli tentang apa yang dipikirkan orang-orang tentang teori. Bahkan tak khawatir disebut gila.

"Meski aku tak bisa bergerak dan hanya bisa bicara melalui komputerku. Tapi, pikiranku bebas, bebas untuk mengekplorasi alam semesta dan mempertanyakan pertanyaan besar, apakah penjelajahan waktu itu mungkin? Bisakah kita membuka portal ke masa lalu atau menerobos ke masa depan," katanya. (tyo)
Read More …

Categories:

Defanie Arianti - Okezone
Yan Freski & Darmadi (Foto: Intel Indonesia)
Yan Freski & Darmadi (Foto: Intel Indonesia)
JAKARTA - Dua pelajar Indonesia, Yan Freski dan Darmadi dari Yogyakarta, menerima penghargaan First Place Award dari China Association for Science and Technology (CAST) di Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) 2011 berkat penelitian mereka terhadap faktor-faktor yang menentukan aliran Sungai Opak ke Samudera Hindia.

Bukan hanya penghargaan, ISEF yang merupakan program dari Society for Science & The Public, juga memberikan hadiah senilai USD3,000 kepada Yan dan Darmadi untuk penelitian mereka.

Dua pelajar Indonesia lainnya, Andrey Halim dan Reyner Jong, menerima penghargaan Certificate of Honorable Mention dari Society of Exploration Geologists untuk penelitian mereka dalam penggunaan komposit berbasis bambu untuk bahan bangunan tahan gempa.

Society for Science & the Public sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk keterlibatan publik dalam penelitian dan pendidikan ilmiah. Organisasi ini memiliki dan mengelola International Science and Engineering Fair sejak pertama kali dilaksanakan di tahun 1950.

Tahun ini, lebih dari 1.500 peneliti dan inovator muda terpilih untuk berpartisipasi dalam Intel International Science and Engineering Fair, lomba penelitian ilmiah SMU terbesar di dunia. Mereka dipilih dari 443 lomba penelitian ilmiah di 65 negara. Perancis, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Macau termasuk negara yang pertama kali berpartisipasi di ISEF tahun ini.

"Kami menjalankan Intel International Science and Engineering Fair karena kami percaya matematika dan ilmu pengetahuan merupakan kunci dari inovasi," kata Shelly Esque selaku Vice President Intel Corporate Affairs Group dalam keterangan resminya, Selasa (17/5/2011).

"Ajang global ini menantang para peneliti muda untuk memecahkan berbagai masalah penting dunia lewat ilmu pengetahuan," lanjut Shelly.

Country Manager, Intel Indonesia Corporation Santosh Vishwanathan menambahkan, "Memupuk bakat lobal untuk berkiprah di tingkat global merupakan bagian dari komitmen Intel untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara dan pengembangan minat generasi muda dalam ilmu pengetahuan yang bisa meningkatkan tingkat persaingan negara tersebut dalam pendidikan. Di Indonesia, kami melakukannya lewat kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yang menjalankan Lomba Karya Ilmiah Remaja."

"Kami sangat bangga dengan apa yang sudah dilakukan oleh para pelajar Indonesia di Intel ISEF 2011, dengan penghargaan First Place Award dari China Association for Science and Technology dan Certificate of Honorable Mention dari Society of Exploration Geologist. Kami percaya bahwa hasil ini, dan pengalaman yang diraih oleh mereka dari ajang ini, akan menjadi bekal bagi Indonesia, untuk pengembangan ilmu pengetahuan negara ini secara umum," pungkasnya.

Selain Yan dan Darmadi serta beberapa pemenang lainnya, lebih dari 400 finalis menerima penghargaan dan hadiah untuk penemuan-penemuan mereka. Termasuk di antaranya adalah pemenang untuk "Best of Category" yang masing-masing menerima hadiah senilai US$ 5.000. Intel Foundation juga memberikan hibah senilai US$ 1.000 ke sekolah dan lomba ilmiah dari setiap pemenang.
(van)
Read More …

Categories:

Defanie Arianti - Okezone
(Ilustrasi: Google image)
(Ilustrasi: Google image)
LONDON - Sekelompok ilmuwan siap menawarkan tes darah yang memungkinkan anda memprediksi berapa lama anda akan hidup.

Tes ini menawarkan perkiraan usia seseorang dengan menghitung panjang telomere, yang merupakan bagian dari DNA, di bagian ujung kromosom, indikator paling penting dan akurat tentang percepatan penuaan manusia.

Tes darah ini bisa dilakukan siapapun yang rela mengeluarkan uang hingga USD700. Demikian dilansir Straits Times, Rabu (18/5/2011).

Namun rencana pelaksanaan tes ini langsung mencuatkan kekhawatiran tersendiri. Beberapa pihak cemas jika tes ini disalahgunakan perusahaan obat untuk menjual obat-obat anti-penuaan yang belum terbukti. Perusahaan asuransi juga bisa menyalahgunakan hasil tes ini untuk menentukan tawaran proteksi mereka kepada nasabahnya.

Meski demikian, tes ini juga bisa memberikan informasi penting terkait penyakit-penyakit yang berhubungan dengan usia lanjut. Mulai dari penyakit jantung hingga Alzheimer maupun kanker.

Menurut tim peneliti, penghitungan panjang telomere sebagai indikator harapan hidup memang sudah merupakan rahasia umum.

"Namun yang baru dari tes ini adalah keakuratannya. Kami bisa mendeteksi perbedaan sekecil apapun dari panjang telomere," ujar Maria Blasco dari Spanish National Cancer Research Center.

"Ini merupakan teknik yang sangat cepat dan mudah, di mana beragam sampel bisa dianalisa pada waktu bersamaan. Yang terpenting, kita bisa mengetahui keberadaan telomere yang berbahaya, yaitu telomere yang sangat pendek," tambahnya.

Sementara, alumni fakultas kedokteran Harvard Medical School sekaligus peraih Hadiah Nobel Carol Greider menilai, "Mengetahui usia biologis anda sangat berguna dan mungkin anda bisa mengubah kebiasaan hidup jika ternyata anda diketahui memiliki telomere pendek."
(van)
Read More …

Categories:

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Hawking
Hawking
LONDON - Ilmuwan nyentrik yang terkenal dengan pernyataan pro dan kontranya, Stephen Hawking, mengatakan bahwa surga itu hanya sebuah dongeng belaka dan tidak pernah ada.

Dia menyebut pada dasarnya surga dan kehidupan setelah kematian adalah karangan bohong dari orang-orang yang sebetulnya takut mati. Karena merujuk dari ilmu pasti yang dimiliki, sebetulnya otak akan berhenti bekerja ketika sudah mati.

"Bagi saya otak itu seperti komputer yang akan berhenti ketika komponennya rusak. Tidak ada surga atau kehidupan setelah mati bagi komputer-komputer yang rusak. Itu hanya cerita bohong bagi orang yang takut kegelapan," katanya seperti dilansir Guardian, Senin (16/5/2011).

Ini semakin memperkuat teorinya bahwa, alam semesta ini dibuat tanpa campur tangan Tuhan. Karena keberadaan alam semesta sudah ada dan bisa berjalan dengan sendirinya.

Sebelumnya, dia juga sangat yakin bahwa di masa depan manusia akan dengan mudah berpergian dari masa lalu atau masa depan, karena mesin waktu akan tercipta. (tyo)
Read More …

Categories:

Defanie Arianti - Okezone
Tidur terlalu lama atau terlalu singkat bisa mengakibatkan penurunan fungsi otak
Tidur terlalu lama atau terlalu singkat bisa mengakibatkan penurunan fungsi otak
LONDON - Jangan remehkan waktu tidur di malam hari. Berdasarkan studi dari ilmuwan di University College London, kebiasaan tidur selama 7 jam bisa membantu mempertahankan ketajaman otak di masa tua.

Meski begitu, bukan berarti anda bisa tidur sepuas hati. Pasalnya, waktu tidur yang terlalu lama bisa menambah usia otak hingga tujuh tahun. Akibat yang sama juga dirasakan jika anda memiliki waktu tidur terlalu pendek.

Ketua tim peneliti Dr Jane Ferrie menjelaskan penurunan fungsi otak ini sama seperti halnya seperti bertambah tua empat hingga empat tahun.

"Lamanya waktu tidur biasanya berkurang seiring pertambahan usia, demikian juga fungsi kognitif otak. Jadi kami ingin melihat apakah terdapat hubungan antara perubahan pola tidur ini," jelas Ferrie kepada Telegraph, Senin (9/5/2011).

Pada uji coba yang dilakukan Ferrie dan timnya, ditemukan bahwa orang dewasa dengan waktu tidur kurang dari enam jam dalam kurun lima tahun mengalami penurunan skor dalam tes logika dan kosakata. Mereka juga menemukan individu yang tidur lebih dari 8 jam sehari menunjukkan sinyal penurunan fungsi kognitif.

Ferrie dan timnya menemukan bahwa wanita yang tidur tujuh jam sehari memiliki skor tertinggi pada tes kognitif, sebagaimana pria dengan waktu tidur 6 hingga 8 jam.

"Kami terkejut ketika menemukan orang-orang dengan durasi tidur lebih lama ternyata memiliki skor yang lebih rendah untuk fungsi kognitif, kecuali dalam hal ingatan," lanjutnya.

"Menurut kami, hal ini ada hubungannya dengan fragmentasi tidur. Artinya, meskipun seseorang tidur cukup lama, belum tentu tidur mereka 'berkualitas'. Kami menghitung perubahan tidur ini membuat fungsi kognitif otak berkurang, sama seperti seseorang yang bertambah tua empat hingga tujuh tahun," papar Ferrie lagi.

Peneliti menggunakan data dari survei jangka panjang terkait kesehatan publik, yang diketahui sebagai studi Whitehall II dan diisi oleh sekira 5.431 partisipan berusia 35 hingga 55 tahun. Mereka diminta untuk menyelesaikan enam tes kognitif yang mencakup uji logika, kosakata, kefasihan berbicara serta ingatan.
(van)
Read More …

Categories: