Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Selasa, 20 Desember 2011 18:00 wib
 4  580
detail berita
Jupiter (foto : google)
WASHINGTON - Baru-baru ini sebuah penelitian berhasil mengungkap bahwa bagian inti dari planet terbesar di tata surya kita, nampaknya sedang dalam proses menghancurkan diri sendiri.

Namun, hal yang lebih menarik dari hasil penelitian tersebut adalah kemungkinan bahwa Jupiter sebenarnya tidak mempunyai inti sama sekali. Demikian diwartakan Softpedia, Selasa (20/12/2011).

Tim yang melakukan penelitian tersebut dipimpin oleh Hugh Wilson dan Burkhard Militzer, keduanya merupakan ilmuwan peneliti planet-planet dari university of California. Hasil penelitian mereka juga mengungkapkan bahwa penyebab keadaan tersebut adalah gas yang menyelubungi Jupiter.

Diwartakan Sciencenow, Hugh dan Burkhard telah melakukan perhitungan kuantum mekanik untuk melihat apa yang terjadi ketika magnesium oksida (MgO), bahan utama dalam batu inti Jupiter terendam dalam cairan hidrogen-helium di hati planet tersebut. Suhu di sana berkisar 16.000 Kelvin, lebih panas ketimbang permukaan matahari kita dan memiliki tekanan sekira 40 juta atmosfer.

Seperti dilaporkan dalam makalah yang disampaikan pada Physical Review Letters, menurut perhitungan tim, MgO memiliki tingkat kelarutan yang sangat tinggi. Itu berarti batu padat dalam inti Jupiter melarut menjadi cairan, namun tidak diketahui berapa tepatnya tingkat erosi yang terjadi. Hugh dan Burjhard sebelumnya memperhitungkan bahwa es di dalam inti planet itu juga larut. Jadi, inti Jupiter saat ini tidak sebesar saat planet tersebut terbentuk dahulu.

Melakukan analisa terhadap sesuatu yang terjadi di Jupiter, menjadi penting bila dilihat dari dua sudut pandang utama. Satu, apa pun yang terjadi pada Jupiter akan mempengaruhi segala hal lain dalam tata surya kecuali Matahari. Dua, hasil penelitian dapat digunakan sebagai variabel untuk penelitian terahadap planet-planet di luar tata surya.

Ukuran Jupiter hampir dua kali lipat dari berat seluruh planet di tata surya kita. Kehadirannya sangat penting untuk pengaturan tata surya. Jika Jupiter menyimpang dari orbitnya sekarang, pergerakannya akan menarik seluruh planet raksasa lain bersamanya dan bisa menghancurkan Bumi, Mars, Venus dan Merkurius. (tyo)

sumber: http://techno.okezone.com/read/2011/12/20/56/545010/inti-planet-jupiter-nampak-mulai-menghancurkan-diri
Read More …

Categories:

muh sahlan - Koran SI
Senin, 19 Desember 2011 14:54 wib
 0  300
detail berita
Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA - Kementerian Riset dan Tekhnologi (Kemenristek)mengaku khawatir banyak Ilmuwan Cerdas Indonesia yang belajar di luar negeri kemudian direkrut negara-negara lain.

"Kita berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri. Kita tak mau Indonesia terus kehilangan Ilmuwan karena direkrut negara lain," ujar Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK Freddy Permana Zen dalam diskusi pertemuan para ilmuan di gedung BPPT, Jakarta, Senin (19/12/2012).

Freddy menjelaskan, pihaknya terus berusaha membangun komunikasi dengan setiap ilmuwan Indonesia yang belajar dan mendalami bidang keilmuan di luar negeri. Isu brain drain yang senantiasa menghantui Indonesia, kata dia, telah berubah menjadi brain circulation tatkala para Ilmuan tersebut berkomunikasi intensif dan saling bekerjasama dengan sesama Ilmuwan Indonesia di negara-negara lainnya.

"Kuminikasi para ilmuan lintas negara ini tentunya menguntungkan Indonesia. Dan kita (Kemenristek) akan selalu memfasilitasi komunikasi antar ilmuan tersebut," tegas Freddy.

Sementara itu, ilmuan kedokteran indonesia di universitas Leiden, Belanda, Ahmad Aditya mengatakan, pihaknya terus membangun pertemuan-pertemuan dengan ilmuwan lain melalui organisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional.

Namun, terang dia, awalnya banyak yang pesimis bahkan utopis menanggapi organisasi tersebut. Padahal manfaatnya akan sangat besar jika Ilmuwan Indonesia di luar negeri bersatu memikirkan bangsa.

"Banyak sekali Ilmuwan Indonesia di luar negeri yang sangat brilian. Respek pihak luar negeri pada ilmuan asal Indonesia sangat besar," tegas Aditya. (tyo)

sumber : http://techno.okezone.com/read/2011/12/19/56/544361/kemenristek-khawatir-ilmuwan-indonesia-direkrut-asing
Read More …

Categories:

thedailygreen
KOMPAS.com — Pernahkah Anda berpikir bahwa kentang bisa dibuat menjadi plastik? Tentu banyak orang berpikiran, mustahil itu terjadi. Namun, bagi enam siswa SMAN 48 Jakarta, hal itu tidak mustahil. Melalui berbagai penelitian dan uji coba laboratorium, akhirnya mereka mampu menciptakan plastik dengan bahan dasar kentang.
Penemuan luar biasa ini telah mengantarkan tim SMAN 48 Jakarta menjadi juara pada Kompetisi Think Quest International 2011 yang diikuti sekitar 33.000 orang dalam 7.603 tim dari 52 negara. Penyerahan hadiahnya akan dilakukan di San Fransisco Bay Area, Amerika Serikat, Oktober 2011.
Penemuan plastik kentang ini berawal dari coba-coba dan sekadar mengaplikasikan teori yang mereka dapat di sekolah.
Bentuk, desain, dan ketebalan plastik yang mereka buat belum terukur secara jelas. Namun, temuan mereka telah membuka cakrawala baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Elastisitas plastik yang mereka buat dengan bahan dasar kentang ini sangat mirip dengan plastik pabrikan.
Selain berhasil membuat plastik dari kentang yang mereka sebut bioplastik, tim yang terdiri dari Villa Yohana (16), Muhammad Labib Nauvaldi (16), Ikhsan Habibi (15), Tuwendy (16), Faisal Arsya (16), dan Ben Hadi Pratama (15)—keenamnya kini duduk di kelas XI jurusan IPA—ini juga membuat kertas berbahan baku pelepah bambu.
Kertas yang dihasilkan dari pelepah bambu itu nyaris sama dengan kertas daur ulang yang sering kita lihat: berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal.
Menurut Ben Hadi Pratama, anggota tim, ide awal membuat kertas dari bambu berasal dari Villa dan ide pembuatan plastik dari kentang ditawarkan oleh Labib.
"Awalnya, kami masih tanda tanya, apa benar bisa, soalnya hanya berdasar teori dan literatur. Lalu, kami praktikkan sekaligus melakukan penelitian atas prosesnya. Kalau berhasil kenapa, kalau tidak berhasil kenapa," kata Ben yang diiyakan kelima temannya. Dari situlah mereka menyempatkan diri tiap hari berkutat di laboratorium kimia sekolah mereka dan akhirnya berhasil.
Proses pembuatan plastik dari kentang dan pembuatan kertas dari pelepah bambu ini ternyata tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan di rumah. Kepada Warta Kota, tim ini sempat menunjukkan dan mempraktikkan cara pembuatannya di laboratorium kimia sekolah.
Proses pembuatan plastik kentang
Untuk membuat plastik dari kentang, beberapa kentang mentah dicuci bersih, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.
Sari pati kentang ini lalu dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. "Nanti hasilnya akan seperti gel berwarna putih," kata Ben.
Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi NaOH (natrium hidroksida) atau soda api, setetes demi setetes, lalu dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah. "Sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau," kata Ben.
Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel lalu siap dibentuk atau dituang di cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel itu berubah menjadi plastik bening.
Kertas dari bambu
Proses pembuatan kertas dari pelepah bambu juga cukup sederhana. Pelepah bambu atau kulit pembalut batang bambu dicuci dan dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dengan NaOH (natrium hidroksida) atau soda api dan direbus di atas api sedang selama dua jam. Sambil direbus, potongan pelepah bambu itu diaduk dengan pengaduk kayu. "Kalau pakai pengaduk berbahan metal, akan timbul sifat korosif, soalnya kan ada NaOH-nya," kata Vilia.
Setelah dua jam direbus, potongan pelepah bambu kembali dibersihkan dan dicuci, lalu dicampur dengan lem kertas secukupnya sambil diblender hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas ini siap dicetak dengan screen dan dibiarkan mengering beberapa jam. "Setelah kering, tinggal diambil dari screen dan jadilah kertasnya," tutur Vilia.
Kertas buatan Vilia dan kawan-kawan ini nyaris sama dengan kertas hasil daur ulang. Kertas mereka berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal. "Kami sedang cari cara untuk membuatnya berwarna putih. Mungkin dicampur dengan pemutih baju atau klorin," katanya. Selain membuat kertas dari pelepah bambu dan bioplastik dari kentang, mereka juga menawarkan pembuatan kertas dari alga merah atau ganggang laut. "Kami tahu dari literatur bahwa kandungan seratnya tepat buat dijadikan kertas," ujarnya. (bum)

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/04/11464690/Siswa.SMA.Ciptakan.Plastik.dari.Kentang
Read More …

Categories:

Andina Librianty - Okezone
Minggu, 13 November 2011 14:55 wib
 1  370
detail berita
Phobos-Grunt (Foto: BBC)
MOSKOW - Rusia terus melakukan upaya untuk mendapatkan kembali kontrol pada satelitnya yang terjebak mengelilingi bumi. Satelit Phobos-Grunt merupakan misi Rusia yang diluncurkan pada Rabu lalu, namun gagal menuju Mars.

Dilansir BBC, Minggu (13/11/2011), insinyur telah menggunakan stasiun pelacakan untuk berbicara dengan satelit dan mendiagnosa masalahnya, tapi sayangnya upaya itu tidak berhasil.

Sementara itu The European Space Agency Spacecraft Operation Centre (Esoc) Jerman kini terlibat untuk membantu membangun link, dengan menggunakan antena di Giyana, kepulauan Canary dan daratan Spanyol.

Tidak hanya Esoc, US Space Agency (NASA) juga menawarkan bantuan untuk melakukan sesuatu yang bisa mengontrol kembali pesawat luar angkasa itu.

Direktur eksplorasi Mars NASA, Doug McCuistion mengatakan, "Kami telah menawarkan bantuan jika mereka membutuhkannya, dan kami akan menyediakan yang terbaik semampu kami."

Jika Phobos-Grunt benar-benar hilang, maka kelompok-kelompok profesional akan melakukan upaya untuk menentukan secara tepat tempat dan waktunya pesawat luar angkasa itu turun.

Seperti UARS, kendaraan luar angkasa akan terbakar di atmosfer, tetapi setiap bagian yang terbuat dari suhu tinggi logam, seperti titanium atau stainless steel memiliki kesempatan untuk jatuh ke permukaan. (tyo)

sumber: http://techno.okezone.com/read/2011/11/13/56/528786/phobos-grunt-gagal-menuju-mars
Read More …

Categories:

Nawa Tunggal | Agus Mulyadi | Rabu, 30 November 2011 | 13:05 WIB


REPRO/KOMPAS/NAWA TUNGGAL Pesawat Udara Tanpa Awak Mini atau Mini UAV dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan bobot 7,5 kilogram mampu menjelajah sampai 200 kilometer dengan kecepatan 120 kilometer per jam, bermanfaat untuk pemantauan batas wilayah atau lokasi-lokasi bencana alam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memantau batas wilayah atau situasi dan kondisi lokasi bencana alam dengan biaya murah dan efektif, dibutuhkan teknologi pesawat tanpa awak.
Universitas Gadjah Mada (UGM) turut memamerkan hasil risetnya, berupa pesawat udara tanpa awak mini (Mini UAV) pada Forum Riset Industri Indonesia ke-3 2011, Rabu (30/11/2011) di Jakarta.
Pesawat itu memiliki kemampuan jelajah sampai 200 kilometer, dengan lama jelajah sampai 2,5 jam.
Pesawat Mini UAV ini hasil rekayasa dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM, Sutrisno, dan Dosen Teknik Mesin pada Sekolah Vokasi (D-III) Teknik UGM, Setyawan Bekti Wibowo.
"Kita sudah punya banyak produk riset. Masalahnya sekarang adalah industrialisasinya untuk menjadikan sebagai produk massal masih terjadi kendala," kata Rektor UGM, Sudjarwadi, dalam konferensi pers.
Pesawat Mini UAV dirancang dengan panjang bentang sayap 3,25 meter, dan bobot pesawat tanpa beban mencapai 7,5 kilogram.
Penambahan beban seperti kamera dan sensor lainnya, masih memungkinkan maksimal dua kilogram. Kecepatan Mini UAV mencapai 120 kilometer per jam. Pesawat ini berbahan bakar bensin, dengan kapasitas mesin 55 sentimeter kubik.

sumber: http://sains.kompas.com/read/2011/11/30/13051652/Pesawat.Tanpa.Awak.UGM.Berdaya.Jelajah.200.Kilometer
Read More …

Categories:

3DScience Citra virus HIV 3 Dimensi



TEXAS, KOMPAS.com — Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.
Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. "Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus," kata Chen seperti dikutip Medical Xpress, Kamis (24/11/2011).
"Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus 'terlarut' dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. Karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi," tambah Chen.
Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.

Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.
Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.
Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.
Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/11/25/18334510/Senyawa.Pembunuh.Virus.HIV.Ditemukan
Read More …

Categories:

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Sabtu, 3 Desember 2011 16:54 wib
 10  3052
detail berita
Salah satu adegan di video (Foto: capture)
JAKARTA - Jika selama ini kita sering mendengar prediksi Kiamat akan terjadi 21 Desember 2012 melalui tanggalan suku Maya, maka sebuah video di YouTube memperlihatkan bukti Kiamat 2012 menurut pesan rahasia melalui Candi Borobudur.

Salah satu video yang berjudul BUKTI.1 KIAMAT 2012 DMSDAY 2012 PROOF" memperlihatkan bahwa ada pesan terselubung atas pembangunan Candi Borobudur, yang memperdiksi Kiamat akan terjadi pada tanggal 20-12-2012.

"Di Candi Borobudur terdapat lingkaran stupa, yang terdiri dari lingkaran pertama 32 stupa, lingkaran kedua 24 stupa, dan lingkarang ketiga 16 dan 1 stupa besar," terang seorang pria di video yang diunggah dengan akun LDMasykur, yang okezone kutip Sabtu (3/12/2011).

"Nah bila dijumlah 32+24+16+1 adalah 73, 73 dalam operasi dasar adalah 7 ditambah 3 (7+3) berjumlah 10, yang bilan dibintangkan kembali 10 itu adalah (2+0+1+2+2+0+1+2), yang merujuk pada angka kiamat 2012, 20-12-2012," klaim di video tersebut.

Video ini sendiri berdurasi 14:26 menit dan diunggah pada 10 Desember 2010. Sampai saat ini sudah ditonton 247,925 kali. Sebanyak 599 akun tidak menyukai video ini (dislike), dan 53 aku menyukainya (like).

Untuk menyaksikan video ini bisa langsung dilihat di situs YouTube di SINI. (tyo)

sumber: http://techno.okezone.com/read/2011/12/03/55/537598/beredar-video-candi-borobudur-prediksi-kiamat-2012
Read More …

Categories: